Tim Penyusun:

Eko Suseno, Intan Sibagariang, Ridwan Muzakki, 

Muhammad Hadiyan, Tiyas Nur haryani  

  

Universitas menjadi lingkungan pembelajaran yang mempertemukan dua generasi berbeda. Mereka adalah Generasi X, yang lahir tahun 1965 – 1980 dan Generasi Milenial, yang lahir setelah tahun 1980. Dua generasi ini hampir berbeda dalam segala hal, termasuk dalam memandang dunia maya. Dua arus perbedaan generasi itu lantas bertemu dalam satu ruang pembelajaran, menjalin interaksi komunikasi, menggagas ide-ide pembelajaran. Bisa dibayangkan, 'benturan kebudayaan' tak bisa dihindarkan. Universitas tidak boleh merasa aman dan bersikap tenang-tenang saja dalam menyikapi benturan kebudayaan yang terjadi karena faktanya kampus sedang berhadapan dengan generasi yang sama sekali berbeda. Pihak universitas dan civitas akademika kampus perlu mempelajari karakter mahasiswa generasi milenial untuk menghindari benturan atau konflik yang mungkin terjadi. Tenaga pengajar di universitas yang didominasi oleh Generasi X, dengan minimnya penguasaan mereka terhadap teknologi dan cara berpikir yang kalah cepat dalam merespon laju perkembangan arus informasi dan teknologi dibanding generasi milenial, serta pola pendidikan yang mainstream dan miskin inovasi mereka bukan hanya akan menjadi sosok pendidik yang menjemukan, tetapi juga dikhawatirkan mereka akan menghambat tumbuhnya potensi mahasiswa. 


Dokumen lengkap versi pdf dapat diunduh pada link di bawah ini.

Policy Brief Kampus dan Milenial (pdf)

Download