Bantu Anak-Anak di Pulau Kera Punya Sekolah Layak!

Donasi via kitabisa.com

  

Terhitung sejak 1 Agustus 2018 sampai dengan tanggal 31 Desember 2018, kami membuka donasi untuk pembangunan gedung sekolah darurat di Pulau Kera, Kab. Kupang, Nusa Tenggara Timur. Bekerjasama dengan relawan Gerakan Seribu Rupiah (GESER) yang aktif mendampingi masyarakat disana, kami bersepakat untuk turut bergotong royong bersama warga setempat membangun sekolah darurat yang lebih layak.

Ada sekitar 76 anak-anak usia sekolah dasar di Pulau Kera yang saat ini sangat membutuhkan tempat belajar mengajar yang lebih layak. Kondisi sekolah dan lingkungan mereka saat ini begitu memprihatinkan. Beberapa pihak sudah mencoba melakukan penggalangan dana, namun masih belum berhasil untuk mewujudkan mimpi adik-adik kita tersebut.

Gedung sekolah darurat ini rencananya akan memiliki 4 buah ruangan (3 ruang kelas dan 1 ruang kantor/guru). Luas bangunan 5x13 meter. Biaya transportasi untuk mengangkut bahan-bahan bangunan menggunakan kapal kecil dari Kupang diperkirakan akan memakan biaya yang lebih besar dari bahan bangunan untuk gedung sekolah itu sendiri

Selain untuk gedung sekolah, donasi ini nantinya juga akan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah untuk setiap siswa, meja dan kursi belajar, buku-buku pelajaran dan bahan bacaan untuk perpustakaan, serta untuk sanitasi dan penyediaan air bersih.

Untuk menyalurkan bantuan secara online, klik link kita bisa dibawah ini:


https://kitabisa.com/bantupulaukera 


Atau silakan mengirimkan donasi (offline) secara langsung melalui no rekening BNI 0307984361 a/n Joel Atapada. 


Berapapun nilai bantuan Anda, akan sangat berarti untuk menyambung mimpi dan masa depan anak-anak dan adik-adik kita di Pulau Kera ini.


Kampanye ini didukung oleh:

Medical Supplies

Pengiriman Bantuan Alat Kesehatan Untuk Daerah Terpencil & Komunitas yang Membutuhkan di Indonesia

 

Pertemuan perdana untuk membahas pengiriman medical supplies ke Indonesia kemarin berjalan dengan hangat dan baik. Pada pertemuan yang terbatas ini, kita mencoba menyamakan persepsi antara perwakilan dari The Fransiscan Mission Warehouse & The Missouri Partners of the Americas selaku provider/donatur alat-alat kesehatan (baru maupun layak pakai), Palang Merah Indonesia (PMI) diwakili oleh Head of Infrastructure and Facilities Bureau, Kang Tia Kurniawan, serta dari MRC ada Muhammad Baidowi dan Imanuel David Yanter Hindom dari Papua Barat yang membantu kita menjelaskan situasi di lapangan. 


Sambutan positif dan kesamaan niat untuk mencoba membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan, nampaknya menjadi semangat bersama dari para pihak.

Langkah-langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah mapping kebutuhan peralatan kesehatan di seluruh Indonesia, akan diinisiasi oleh teman-teman PMI dan juga mohon bantuan kepada rekan-rekan yang memiliki informasi tentang rumah sakit/puskesmas/klinik/daerah terdampak bencana yang benar-benar membutuhkan alat-alat kesehatan, dapat membantu untuk memberikan informasi berupa daftar medical supplies atau alkes yang dibutuhkan (untuk sementara misi ini tidak mengirimkan obat-obatan). Alat kesehatan yang diperlukan bisa disusun spesifik kebutuhan disana dan dalam jumlah yang dianggap memadai untuk penduduk di daerah tersebut. 


Perlu dicatat, misi ini bersifat kemanusian dan tidak memandang latar belakang suku, agama, ras, dan antar golongan.


Pertemuan-pertemuan lanjutan dengan berbagai pihak, organisasi, relawan, dan lain-lain akan dilakukan secara online dan terbuka (seperti kopi udara milenial) untuk melihat dinamika dan perkembangan yang terjadi. Mengingat proses pengiriman medical supllies ini akan memakan waktu yang cukup panjang, maka diperlukan komitmen dan ketahanan bersama untuk mewujudkan misi kemanusiaan ini sampai benar-benar terwujud. Semoga proses ini bisa menjadi sumbangsih kita sebagai generasi milenial yang cinta sesama dan menjadi pembelajaran yang berharga bagi kita semuanya.


Untuk menjadi relawan silakan kontak melalui alamat email: indobignetwork@gmail.com atau no WA: +1 573 864 2752



Koordinasi Rencana Pengiriman Medical Supplies Ke-2

Hari Jumat (8 Juni 2019) telah dilangsungkan rapat koordinasi kedua terkait dengan rencana dan gagasan pengiriman bantuan alat kesehatan (medical supplies) dari AS ke Indonesia. Kali ini, koordinasi dan penjajakan kerjasama dilakukan bersama perwakilan dari Center for Indonesia's Strategic Development (CISDI), Pencerah Nusantara (PN), PERMIAS Missouri, dan Millennials Research Center (MRC). Dalam meeting ini didiskusikan berbagai aspek menyangkut kualitas medical supplies yang hendak dikirim, baik dari sisi kesehatan maupun keamanan, masalah transportasi dan distribusi, masalah pembentukan tim dan organisasi yang mungkin terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini, dan isu-isu lainnya terkait pendanaan (finansial). Koordinasi lebih lanjut akan dilakukan secara internal oleh masing-masing organisasi terlebih dahulu dan akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk membahas perkembangannya. Sambil menanti koordinasi dan kolaborasi lebih lanjut, masing-masing personil maupun organisasi sudah bisa memulai pendataan terhadap kebutuhan alat-alat kesehatan untuk di daerahnya. Data tersebut kemudian dapat dikirimkan ke MRC untuk digabung menjadi satu dan diusulkan kepada The Fransiscan Mission Warehouse.